Jumat, 12 Februari 2016

thumbnail

Kolor Ijo Perkosa 31 Wanita Demi Syarat Ilmu Pesugihan

Kolor Ijo Perkosa 31 Wanita Demi Syarat Ilmu Pesugihan


Gununglokon.blogspot.com - Cukup lama Kolor Ijo menghantui wanita-wanita yang tinggal di sekitar wilayah Probolinggo, Jawa Timur. Selama 10 tahun, sejak 2004 sepak terjang Kolor Ijo sudah banyak makan korban. Baik itu korban harta benda atau wanita yang telah diperdayanya. Adalah Buasir Nur Khotib, lelaki yang berhasil ditangkap polisi dan terbukti sebagai pelaku pemerkosaan yang dikenal dengan nama Kolor Ijo.
 Perbuatan Kolor Ijo seperti tidak terendus jejaknya. Setiap kali mencuri dan merampok, lelaki ini selalu mengunakan penutup wajah berwarna gelap dan mengenakan celana kolor berwarna hijau. Karena itulah ia lalu mendapatkan julukan sebagai Kolor Ijo. Perbuatannya sempat membuat para wanita resah, sebab isu yang beredar bahkan menyebutkan jika Kolor Ijo ini bisa menghilang segala macam saat korban terendus keberadaannya.
Ilustrasi Pelaku :
Image result for kolor ijo

Meski mengaku melakukan pekerjaan kotornya seorang diri, Nur Khotib yang tercatat sebagai warga Desa Pohsangit Lor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ini, dikenal piawai dan teliti dalam setiap aksinya. Sebelum menyatroni rumah korban, ia misalnya melakukan survei lapangan dengan berpura-pura mencari sesuatu atau menawarkan jasa shooting video atau mencari rumput karena ia punya peliharaan sapi.
Ia mengamati gerak-gerik penghuni rumah yang akan disatroni, ia memperhatikan tata letak pintu dan jendela yang akan dijadikan tempat masuk dan keluarnya. Ia juga memperhatikan dengan teliti jalan yang akan dilalui untuk melarikan diri seandainya perbuatan diketahui orang lain. Nur Khotib mengaku bahwa jika korbannya dekat, ia akan pergi ke lokasi dengan naik sepeda onthel. Namun, jika jauh ia akan menyewa jasa tukang ojek untuk mengantarkan ke lokasi dan meninggalkannya.
Dan, yang tak kalah penting adalah rumah yang akan disatroni harus ada penghuni perempuannya. Sebab, ini merupakan bagian terpenting dan selalu menjadi akhir pelampiasan nafsu bejatnya dalam setiap aksinya.
Ketelitian Kolor Ijo tak hanya itu. Bahkan, pada saat hari H beraksi pun, Kolor Ijo masih melakukan ritual dengan mengelilingi rumah korban sambil menebarkan sesuatu yang diduga sebagai media sirep agar penghuni rumah terlelap dalam tidurnya. Ini semacam aji-aji sirep yang memang fungsinya membuat seluruh penghuni rumah tertidur pulas meski rumahnya dimasuki dan diperok-perondakan untuk diambil barang-barangnya.
Namun, mungkin benar kata pepatah selama ini, bahwa sepandai-pandai tupai melompat pasti suatu saat akan terjatuh juga. Pada saat melakukan aksi untuk yang terakhir kalinya, usai mengambil barang-barang berharga dan membawa penghuni perempuan ke tengah persawahan, Kolor Ijo ini entah sengaja atau tidak, ia membuka penutup kepalanya sehingga korban mengenalinya.
Terakhir, pelaku beraksi pada Minggu dini hari (19/1/2014), tepatnya di sebuah kompleks perumahan di Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Dalam aksinya malam itu, Nur Khotib membuka penutup kepalanya sebelum membawa korban perempuan keluar rumah. Dengan demikian korban sempat melihat wajah pria yang memiliki tiga anak tersebut.
Berdasarkan keterangan korban, polisi kemudian menyusun sketsa wajah pelaku. Sebelumnya polisi sebenarnya telah mencurigai lima orang yang dicurigai sebagai pelaku. Dari proses pembuatan sketsa ini lantas diketahui jika mendekati wajah Nur Khotib yang ada dalam foto yang telah dikantongi polisi. Untuk semakin menyakinkan, polisi juga sempat menyamar menjadi salah seorang pasien
Setelah mencocokkan sidik jari yang menempel di botol air pemberian Buasir kepada anggota polisi tersebut, ternyata sidik jarinya cocok dengan yang ditemukan polisi dalam kasus pemerkosaan oleh Kolor Ijo beberapa waktu lalu. Selain itu, polisi melacak pelaku setelah ponsel milik korban ternyata masih aktif dan dipegang Buasir. Dari itulah polisi melakukan penangkapan terhadap lelaki ini.
Buasir Nur Khotib mengaku telah memerkosa dan merampok 31 perempuan mulai gadis hingga ibu-ibu. Hal itu dilakukannya selama rentang waktu 10 tahun. Penyitaan sejumlah jimat sebagai barang bukti (BB) dari rumah tersangka Nur Khotib, memperkuat dugaan bahwa pencurian yang disertai pemerkosaan yang dilakukan pelaku selama ini karena ia sedang mendalami jenis pesugihan tertentu yang mensyaratkan pelaku melakukan pemerkosaan terhadap beberapa wanita. Kemungkinan ia juga tengah menargetkan sejumlah wanita, yang bisa saja mencapai 41. Namun, baru sampai 31 wanita, Kolor Ijo sudah ditangkap polisi.
Sejumlah jimat yang disita, seperti keris, beberapa batu akik, kulit ular, dan sejumlah kertas yang bertuliskan arab, dan sebotol minyak wangi, menurut lelaki ini hanya sebagai koleksi. Itu katanya benda-benda peninggalan orangtuanya. Perihal  sejumlah wanita yang telah menjadi korbannya sebanyak 31 orang, baik yang masih gadis, ibu-ibu atau janda, Nur Khotib juga membantah itu berkaitan dengan ilmu pesugihan yang sedang dianutnya. Menurutnya ia melakukan perkosaan itu hanya tergoda saja. Ia juga mengaku tidak mempunyai guru spiritual yang memerintah atau mengajarkannya melakukan itu.
Perihal korban yang selalu dibopong ke sawah dan memperkosanya di sana, lelaki ini hanya menjawab enteng agar tidak diketahui orang. Sebab, ia takut dimassa orang kampung jika sampai perbuatannya terpergoki masyarakat. Dari data kepolisian, lelaki ini ternyata pernah dimassa penduduk akibat masuk ke dalam rumah salah seorang penduduk di sekitar tempat tinggalnya. Ia pun sempat mendekam dalam penjara akibat ulahnya itu, sebab itulah ia juga mendapatkan julukan di kampungnya sebagai Nur Maling.
Boleh-boleh saja Nur Khotib mengaku bahwa apa yang dilakukan, yakni mencuri sambil memperkosa perempuan tidak ada hubungannya dengan ilmu pesugihan. Tapi dugaan lelaki ini tengah mendalami jenis ilmu hitam atau pesugihan sangatlah kuat. Mulai pakaian yang dikenakan saat beraksi, aneka ajimat yang ditemukan di rumahnya, selalu membawa korban perempuan ke sawah sebelum diperkosa, dan jumlah yang sudah mencapai 31 perempuan, seolah memperkuat dugaan tersebut.  Dugaan membawa korban ke sawah juga bisa jadi sebagai upaya menyerap kekuatan gaib, bisa dari alam atau dari bulan purnama yang dipercaya punya energi positif jika sedang bersinar terang. 
Ilustrasi korban : 
Agen poker bisnis poker

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments

About

Agen Bola